Showing posts with label Panduan Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Panduan Bisnis. Show all posts

22 May 2015

10 Tanda Bisnis yang Bersih dan Sehat



Memiliki bisnis yang menguntungkan adalah impian hampir semua orang. Namun hal terpenting dalam berbisnis bukan hanya sekedar menguntungkan, tetapi juga “sehat” dan “bersih”. Itulah yang diidamkan para pengusaha.

Berikut adalah 10 karakter perusahaan yang bersih dan sehat menurut Coach Tom Mc Ifle :

1. Berjalan Dengan Sistem yang Terkendali
Sistem menentukan proses yang berjalan dan kita kendalikan dalam bisnis. Sistem yang dimaksud di sini bukan software ataupun teknologi canggih, tetapi proses yang dikendalikan dengan cara yang baik.

2. Pertumbuhan Laba Minimal 10 – 15% Pertahun.
Mungkin teredengar kecil sekali, hanya 10%. Namun tahukah Anda bahwa pada kenyataannya 80% bisnis tidak bertahan, karena gagal mencetak laba akibat dari miss-management? Pertumbuhan yang kecil namun berkala lebih baik dari pertumbuhan besar yang cepat, tapi juga jatuh dengan cepat.

3. Memiliki Karyawan yang Produktivitasnya Terukur.
Produktif atau tidak seorang karyawan bisa diukur secara cepat dari apa yang mereka hasilkan. Sayangnya banyak pengusaha malas mengukur hasil hasil kerja karyawan karena terlalu focus pada hasil, tidak focus pada proses. Padahal selain menambah keuntungan, mood karyawan produktif menular pada karyawan lain untuk ikut produktif, juga akan membuat pelanggan merasa penting dan puas.

4. Bisa Berjalan Tanpa Intervensi Pemilik Secara Operasional.
Anda pengusaha tetapi masih terlibat kegiatan operasional atau mengurus hal-hal sepele? Daripada mengurus hal kecil dan menghambat kreativitas tim, waktu Anda akan lebih berharga untuk menciptakan standar kerja dan struktur organisasi yang bisa membantu Anda mengatur kerja tim.

5. Tidak Menyuntik Modal Secara Terus Menerus.
Inilah musuh besar bisnis sehat. Suntik modal adalah tanda kebocoran serius. Apakah ada kebocoran sengaja atau tidak, pasti akan mempengaruhi kesehatan keuangan Anda.

6. Mampu Membayar Hutang.
Efek samping bisnis yang gagal dalam pengelolaan cashflow, biasanya akan sulit bayar utang tepat waktu.

7. Memiliki Perputaran Persediaan yang Tinggi.
Hubungan antara perputaran uang dengan persediaan sangatlah besar. Karena persediaan yang Anda beli tidak akan langsung terjual cepat. Untuk itu kemampuan tim dalam menjual produk Anda sangat diandalkan. Rajinlah memberikan pelatihan agar kemampuan dan semangat tim Anda meningkat.

8. Punya anggaran Besar Untuk Pelatihan Karyawan.
Pelatihan tidak hanya akan menambah wawasan karyawan tetapi juga mangasah moral sehingga mereka akan berfikir dua kali jika ada kesempatan berbuat curang.

9. Karyawan Loyal Lebih Banyak Dari yang Keluar Masuk.
Ingatlah bahwa mencari karyawan baru biayanya sembilan kali lebih mahal dari menjaga karyawan lama. Waktu untuk melatih, membina, mengijinkan mereka berbuat kesalahan, sangat mahal harganya,

10. Memiliki Dana Promosi yang Besar.
Marketing adalah alat yang bisa Anda gunakan untuk membangun brand, loyalitas pelanggan, loyalitas tim, dan menambah pelanggan baru. Tanpa dana promosi maka perusahaan hanya bisa bergantung pada pelanggan lama. Lalu bagaimana jika pelanggan lama itu pindah ke lain hati?

Semoga paparan ini dapat memberi Anda inspirasi dan pencerahan, untuk mengupayakan memiliki bisnis yang sehat, bersih, bertumbuh dan bermanfaat bagi banyak orang.

09 February 2015

12 Kiat Meningkatkan Nilai Tambah Suatu Produk

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Agar produk atau jasa yang dipasarkan mencapai hasil penjualan yang optimal, selain diperlukan teknik pemasaran yang jitu, produk/jasa yang dijual harus memiliki nilai tambah. Berikut adalah 12 cara meningkatkan nilai tambah dari produk/jasa menurut Pak Tung.

1. Berhadiah aksesoris yang masih terkait dengan produk/jasa yang dijual.
Contoh: Beli Mesin Tetas Telur berhadiah Alat Teropong Telur, Beli Handphone berhadiah Sarung HP.

2. Berhadiah produk/jasa sejenis yang terkait dengan produk/jasa yang dijual.
Contoh: Beli Sepatu berhadiah Sandal, Beli Baju Gamis berhadiah Jilbab.

3. Berhadiah produk/jasa yang tidak ada hubungannya dengan produk/jasa yang dijual.
Contoh: Beli Emas berhadiah Payung, Beli Tas Sekolah berhadiah Buku Tulis.

4. Melakukan Undian Berhadiah.
Kunci dalam memberi hadiah adalah mencari hadiah yang berkesan mahal padahal barang tersebut dibeli dengan harga murah sebab didapat dari grosir, bahkan gratis dari sponsor.

5. Membuat paket dua produk/jasa dengan harga satu.
Kiat ini lebih jitu daripada kiat diskon 50%. Karena program diskon 50% uang yang diterima hanya setengahnya. Sedang paket 2 dengan harga 1, uang yang diterima tetap 100%. Pengembangan kiat ini adalah “Beli 2 Gratis 1”.

6. Membuat paket lebih besar dengan harga lebih murah.
Contoh: Produk Pupuk Cairan Organik dengan kemasan 1 liter diubah menjadi kemasan 12 liter dengan harga yang lebih murah dibandingkan jika harus membeli kemasan 1 liter sebanyak 12 kemasan.

7. Membuat produk/jasa dengan Endorsement.
Makna Endorsement adalah kerja sama antara dua fihak yang saling menguntungkan. Contoh: Handphone Motorolla dengan Dolce & Gabbana, Handphone LG dengan Prada.

8. Membuat paket banyak produk dengan harga total jauh lebih murah dibandingkan harga eceran.
Kiat ini menyerupai penjualan barang dengan sistem grosir, jika beli 1 produk maka harganya tanpa diskon tapi jika beli 10 produk sejenis harganya diberi diskon 20-30%.

9. Membandingkan keunggulan produk/jasa dibanding produk/jasa sejenis.
Dalam menjalankan kiat ini sering kali orang terpancing untuk menjelekkan produk orang lain. Padahal yang benar adalah menjelaskan keunggulan produk dan jasa kita

10. Menjelaskan detail proses pembuatan yang unggul.
Contoh: Air mineral Aqua menjelaskan bahwa airnya diproses lewat 28 kali penyaringan. Minyak goreng Bimoli menjelaskan bahwa minyaknya melewati 3 proses sampai menjadi minyak goreng non kolesterol.

11. Menjelaskan detail Features.
Jelaskan features dari produk/jasa sedetail mungkin. Iklan “TV 29 inch dilengkapi Subwoofer, Stereo, Surround, Audio video” akan lebih menarik bila dibandingkan iklan “TV 29 inch” saja.

12. Menjelaskan detail benefits.
Contoh: AC Sharp Plasmacluster mengeluarkan ion positis & ion negatif untuk membunuh virus & bakteri 99,9% dalam waktu kurang dari 1 jam.

02 June 2014

Cara Memilih Nama Bisnis yang Oke

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Sering kita mendengar ungkapan dari Shakespeare "apalah arti sebuah nama". Dalam beberapa hal barangkali ungkapan tersebut tepat saja, tapi untuk urusan bisnis saya sangat tidak sependapat, nama adalah sangat berarti. Nama bisnis adalah suatu jati diri, nama adalah salah satu faktor penentu dalam menentukan keberhasilan. Nama sebuah perusahaan, merek, produk, atau layanan dapat menjadi sebuah 'label' yang menjelaskan seperti apakah perusahaan, merek, produk, atau layanan tersebut. Nama yang baik dapat berperan sebagai pendorong bagi calon konsumen potensial untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan, atau bisa juga tertarik untuk menjadi mitra bisnis. Sebuah nama yang baik juga berperan sebagai sebuah 'papan iklan' yang lebih efektif. Jadi jangan anggap remeh peran sebuah nama dalam bisnis kita.

Sebelum memilih atau menentukan sebuah nama dari bisnis yangkita jalankan, sebaiknya mempertimbangkan tiga faktor berikut ini :
  • Pertama ialah jenis perasaan atau emosi apa yang Anda ingin pelanggan rasakan jika nama bisnis Anda disebut.
  • Kedua ialah strategi penempatan bisnis Anda.
  • Ketiga ialah nama-nama apa sajakah yang digunakan oleh para pesaing Anda.
Membuat atau memilih nama yang baik dan membawa hoki bagi suatu perusahaan baru akan lebih sulit daripada membuat nama yang bagus untuk seorang bayi yang baru lahir. Jika Anda salah dalam memilih nama perusahaan dapat berakibat fatal. Nama perusahaan yang tidak menarik dapat membatalkan datangnya calon pelanggan. Nama perusahaan yang salah pilih, tanpa disengaja namanya sama dengan nama perusahaan lain maka akan berakibat berurusan dengan hukum karena pelanggaran hak merek.

Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat digunakan dalam membuat atau menciptakan nama bagi bisnis baru Anda:

1. Sebaiknya gunakan kata yang singkat yang hanya terdiri dari beberapa suku kata, relatif mudah diingat dan mudah diucapkan dengan benar bagi yang membacanya (contohnya nama merk komputer dell, asus, sony, dll). Sebuah nama bisnis yang terlalu sulit dilafalkan akan membuat pelanggan malas menyebutkannya dan bahkan akan melupakannya.

2. Pilihlah kata yang spesifik dan khas karena kata yang terlalu umum atau general akan membuat bisnis Anda sulit dikenali. Hindari kata yang terlalu umum atau sulit dikenali seperti, "Bengkel Pak Suratman". Bayangkan betapa banyak orang yang memiliki nama Pak Suratman. Akan sulit bagi calon pelanggan untuk menemukan bisnis Anda dan yang lebih utama lagi ialah nama-nama yang terlalu umum seperti itu lebih sulit untuk diingat para pelanggan dan memiliki peluang yang lebih kecil untuk dapat dijadikan merek dagang.

3. Hindari nama umum yang jelas-jelas menggambarkan jenis produk atau layanan tertentu, seperti "Perusahaan Air Mineral dalam Botol" atau "Usaha Layanan Antar Makanan Cina".

4. Lazimnya Anda harus menghindari pula nama-nama yang lekat dengan letak geografis. Akan sulit bagi anda untuk mengganti nama bisnis jika Anda kelak suatu saat memutuskan untuk memperluas usaha ke tempat lain atau berpindah lokasi usaha ke kota lain, misalnya. Tentunya terdapat beberapa pengecualian, contohnya Anda lebih memilih untuk menonjolkan selera atau nuansa lokal pada usaha Anda. Makna pemilihan nama yang berkenaan dengan letak geografis adalah pilihan yang tidak terhindarkan.

5. Sebisa mungkin lepaskan visi jangka panjang bisnis Anda dengan tidak membatasi jajaran layanan atau produk Anda di masa datang.

11 April 2014

Cara Mengamati Perkembangan Pesaing Bisnis

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Ikuti perkembangan para pesaing bisnis Anda ! Itulah nasehat Saya, Agar usaha Anda selalu unggul dalam persaingan. Jika Anda hanya sibuk dengan usaha Anda tanpa melihat kondisi pesaing usaha Anda maka jangan kaget jika pada suatu waktu pesaing Anda dengan agresif menggeser posisi Anda di pasar. Akibatnya, Anda kurang tanggap dalam menghadapi manuver pesaing dan akhirnya terperosok. Jangan sampai hal itu terjadi.

Lalu apa yang bisa pemilik bisnis lakukan untuk selalu unggul dalam persaingan? Para pakar bisnis Mike Lieberman dan Eric Keiles menyarankan untuk selalu mengetahui dan mempelajari rencana dan strategi bisnis dari pesaing bisnis Anda. Silahkan simak beberapa cara mengamati perkembangan pesaing bisnis Anda.

1. Kunjungi Pameran
Rajinlah mendatangi pameran, terutama jika ada pameran mengenai jenis produk yang sama dengan produk uasaha Anda. Jika Anda tidak dapat hadir kirimkan sejumlah orang untuk menghadirinya untuk mengamati danmencari informasi sebanyak-banyaknya dari peserta pameran yang merupakan pesaing usaha Anda. Biasanya para petugas yang menjaga stand pameran akan menceritakan rencana dan informasi ke depan untuk menarik para pelanggan.

2. Berlangganan Koran Lokal
Bacalah koran lokal yang memuat berita mengenai informasitentang pesaing Anda. Ini cara termudah. Namun, Anda hanya akan mengetahui rencana yang akan segera dilaksanakan jadi jangan terlalu cepat berpuas diri.

3. Menggali dari Vendor
Gunakan percakapan yang santai saat bercakap-cakap untuk menggali informasi. Anda dapat menyelidiki dan mendapatkan informasi dari vendor Anda mengenai rencana yang dimiliki perusahaan lain.

4. Penyelidikan dengan Tur Pabrik
Jika mereka memiliki pabrik dan menawarkan tur ke dalam bagi pengunjung, jangan sia-siakan kesempatan itu. Kunjungi pabrik mereka dan kumpulkan sebanyak mungkin informasi dari orang yang Anda kirimkan.

5. Mengirim Pembeli Rahasia
Pembeli rahasia akan bertindak layaknya agen rahasia. Beli produk mereka dan temukan kualitas dan informasi yang dibutuhkan. Mereka akan memberikan informasi dan penjelasan kepada konsumen.

6. Meneliti ke Situ Web Pesaing
Baca semua isi situs web mereka. Sebagian perusahaan sering menyebarluaskan petunjuk mengenai rencana dan visi mereka ke depan, dan ini dapat menjadi alat penunjuk mengenai arah gerakan mereka selanjutnya.

7. Mendaftar Newsletter via Email
Sebagian besar perusahaan memiliki newsletter yang dikirimkan via email kepada para klien dan calon konsumen. Dengan alamat email gratis yang bisa didapatkan sekarang, Anda tak akan terlalu sukar mendaftar newsletter di situs pesaing dan mengetahui pembaharuan terkini tentang bisnis dan perusahaan mereka di kotak masuk surat elektronik Anda.

8. Cermati Lowongan Kerja Pesaing
Iklan lowongan pekerjaan yang dipublikasikan pesaing juga berperan dalam menunjukkan arah perkembangan perusahaan mereka. Bisa jadi itu adalah satu potong dari gambar besar yang memuat strategi mereka.

9. Penyelidikan melalui Quora
Jika Anda belum menjadi pengguna Quora, tampaknya kini Anda harus mencobanya. Quora memuat data yang lumayan lengkap. Mereka juga memiliki sejumlah file-file yang mereka akan berikan pada investor. Ini akan memberikan informasi mengenai langkah dan rencana mereka sehingga dapat mempertajam pengamatan Anda.

10. Periksa Slideshare
Mereka mungkin lupa untuk menghapus Slideshare mereka di situs Slideshare, kita biasanya akan menemukan data lengkap mengenai proyeksi, kalkulasi dan data penting lainnya. Ini harus dimanfaatkan.

11. Kunjungi LinkedIn
Amati laman LinkedIn. Di sini, mereka akan mempublikasikan kabar terbaru perusahaan, video pendek, informasi pra peluncuran produk, dan banyak data spesifik lainnya. Amati gerakan mereka dan gunakan informasi yang Anda miliki untuk menyusun strategi bisnis yang lebih baik.

12. Riset Tentang Dokumen Publik
Perusahaan-perusahaan biasanya memiliki dokumen-dokumen yang bisa diumumkan ke publik untuk sejumlah tujuan. Anda bisa mengakses dokumen ini.

13. Daftar di Google Alerts
Setiap hari Google memindai dunia maya untuk Anda dan email yang Anda perbarui yang berhubungan dengan kata kunci tertentu. Ini merupakann cara termudah untuk selalu bisa mengamati gerak-gerik pesaing Anda. Di Google Alerts Anda juga dapat dengan mudah mengetahui apa yang sedang dibicarakan orang mengenai pesaing Anda.

20 February 2014

Mendongkrak Omzet Dengan Mengikuti Pameran

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Diantara salah satu strategi untuk meningkatkan omzet penjualan produk dari bisnis Anda adalah dengan promosi melalui ajang pameran. Dengan mengikuti pameran yang sesuai dengan kebutuhan sebuah bisnis, akan sangat membantu pemasaran bisnis tersebut.

Bagi kebanyakan pebisnis, mengikuti pameran merupakan salah satu ajang berpromosi produk atau jasa yang ingin ditawarkan kepada konsumen. Namun tidak sedikit pebisnis juga berharap mendulang keuntungan dari penjualan langsung selama pameran berlangsung, hal ini boleh-boleh saja, tapi perlu diingat bahwa tujuan utama dari keikutsertaan bisnis Anda dalam pameran adalah mengenalkan seluas mungkin produk Anda kepada masyarakat. Jadi mengenai laku atau tidak laku produk Anda secara langsung saat berlangsungnya pameran bukan suatu masalah.

Berikut ini adalah beberapa manfaat pameran bagi perkembangan bisnis Anda :

1. Mengenalkan Produk
Pameran bisa digunakan sebagai sarana untuk mengenalkan produk, baik produk lama maupun produk hasil inovasi terbaru. Sehingga masyarakat luas mengetahui adanya produk dari bisnis Anda. Promosi yang dapat Anda lakukan adalah dengan membagikan contoh produk, brosur atau pamflet, serta kartu nama perusahaan. Sehingga makin banyak masyarakat yang mengenal produk Anda.

2. Memperkuat Citra Perusahaan
Jika produk Anda sudah dikenal di masyarakat, melalui pameran Anda dapat memperkuat image atau citra perusahaan. Tunjukan eksistensi perusahaan Anda dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menanamkan citra baik perusahaan Anda dimata para konsumen.

3. Mencari Informasi Bisnis Pesaing
Dalam suatu pameran tidak menutup kemungkinan pelaku usaha di bidang yang sama juga mengikuti pameran tersebut. Kesempatan tersebut dapat Anda manfaatkan untuk mengetahui informasi mengenai perusahaan pesaing, dari mulai harga yang ditetapkan pesaing, produk unggulannya, peralatan yang digunakan, inovasi produk yang telah dikembangkan, atau sekedar mengetahui perkembangan bisnis mereka.

4. Mengevaluai Kualitas SDM dan Teamwork
Dengan mengikuti pameran, Anda juga menilai kualitas SDM serta teamwork yang Anda miliki. Setidaknya Anda bisa melihat kemampuan SDM marketing dalam melayani pengunjung dan melihat kemampuan kerjasama tim dalam meningkatkan penjualan produk selama pameran.

5. Survey Pasar
Melalui pameran Anda dapat melakukan survey pasar, dengan melihat seberapa besar minat pengunjung pameran terhadap produk Anda. Dari hasil penjualan selama pameran, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi, dan untuk menentukan strategi bisnis ke depannya.

Jika memang pameran telah menjadi jalan efektif dalam berpromosi, agar tidak kecewa menjadi peserta sebuah pameran setidaknya pelaku bisnis perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Apakah ajang pameran yang akan diselenggarakan dirasa berguna dilihat dari ketepatan pemilihan waktu dan sasaran pengunjung sehubungan produk/jasa yang akan Anda pamerkan.
  • Cari tahu siapa penyelenggara dan track recordnya selama menyelenggarakan pameran-pameran sebelumnya.
  • Jika telah memutuskan mengikuti sebuah pameran, pilihlah stand yang tempatnya strategis. Buatlah stand semenarik mungkin dari sisi dekorasi, pelayanan penjaga stand yang ramah dan sabar dalam menjelaskan produk.
  • Berikan tawaran menarik, misalnya diskon untuk produk selama pameran berlangsung.
  • Jangan lupa mempersiapkan kartu nama. Banyak peserta pameran merasa menyesal karena mengabaikan hal yang satu ini. Karena tanpa disadari mereka telah menghilangkan sebuah kesempatan untuk menjalin lebih banyak relasi dan untuk lebih dikenal oleh konsumen.

Pada intinya pameran merupakan ajang berpromosi yang sangat ideal bagi sebuah usaha dan produk jika diikuti dalam even atau tema pameran yang tepat dan sesuai dengan target pengunjung. Sementara pebisnis yang ingin jadi peserta juga harus mempersiapkan diri agar tujuan mengikuti pameran bisa tercapai.

Semoga sedikit informasi pemasaran bisnis ini dapat bermanfaat, salam sukses.

14 January 2014

10 Cara Mendapatkan Modal Usaha

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Faktor utama dalam membangun sebuah usaha adalah ketersedian modal yang cukup. Banyak calon entrepreneur atau wirausaha yang tidak bisa maju dan mandiri dalam mewujudkan cita-citanya karena terkendala masalah tersebut. Mendapatkan modal usaha memang bukan hal yang mudah layaknya membalikkan telapak tangan. Tetapi walaupun tidak mudah, mendapat modal tetap bisa dilakukan oleh siapapun, dan dalam kondisi apapun. Berikut adalah berbagai upaya yang bisa dilakukan guna mencari sumber pendanaan atau mendapatkan tambahan modal usaha.

1. Mencari Investor
Untuk mendapatkan modal usaha, dapat ditempuh dengan mencari seorang investor yang bersedia menginvestasikan uangnya. Agar berhasil menempuh langkah ini Anda harus memiliki gagasan bisnis yang masuk akal (menarik) serta kredibelitas yang baik.

2. Kerjasama Bagi Hasil
Berbeda dengan investor yang hanya menerima laporan, kerjasama bagi hasil biasanya melibatkan pihak-pihak terkait dalam urusan usaha. Kecuali ada perjanjian-perjanjian tertentu dari awal. Misalnya, Anda mempunyai ide bisnis cuci mobil. Anda baru memiliki sebidang tanahnya saja, dan belum ada dana untuk membangun tempat cuci mobil itu. Mengapa Anda tidak berusaha mengajak orang lain bekerja sama untuk membangunkan tempat cuci mobil diatas tanah anda? Jika tempat yang Anda miliki strategis, saya rasa investor pun akan tertarik menanamkan modalnya.

3. Mencari Dana Hibah
Banyak perusahaan swasta dan pemerintah yang mempunyai program sosial dengan mengeluarkan sebagian keuntungannya untuk diberikan ke masyarakat sebagai wujud bantuan sosial. Selain digunakan langsung untuk bantuan sosial, beberapa perusahaan lebih memilih memberikan alokasi anggaran sosialnya untuk memeberdayakan perekonomian masyarakat. Untuk menyaring pihak-pihak mana yang pantas menerima dana hibah tersebut, manajemen perusahaan biasanya meminta proposal usaha dari para calon penerima dana hibah. Calon-calon wirausaha yang memiliki ide kreatif dan proposal bisnis yang menarik akan menjadi penerima dana tersebut. Untuk mendapatkan peluang ini, rajin-rajinlah mencari informasi baik lewat media cetak, televisi maupun di internet.

4. Mengajukan Pinjaman Modal Usaha
Bagi calon pengusaha yang memiliki barang jaminan (seperti motor, tanah, bangunan, dsb), mengajukan permohonan modal usaha ke lembaga keuangan (misal bank & koperasi) adalah jalan yang paling mudah untuk mendapatkan kucuran dana usaha. Dengan keterikatan terhadap perjanjian tersebut, para pengusaha biasanya cenderung bekerja keras agar mampu mengembalikan modal usaha yang dipinjam secepat mungkin.

5. Tabungan
Pepatah yang paling tepat untuk alternatif mendapatkan modal usaha dengan cara yang satu ini adalah "sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit". Ada banyak orang yang merintis usahanya dari kecil, dan dengan modal yang kecil pula. Modal usaha tersebut adalah dari hasil menabung.

6. Jual Ide
Meskipun Anda tidak mempunyai modal, Anda bisa menjual ide Anda jika Anda memang memiliki ide bisnis yang sangat cemerlang. Ide Anda akan dihargai mahal jika ternyata potensi ide bisnis Anda luar biasa. Tapi sebelum Anda menjual ide bisnis Anda tersebut, buat detail plan-nya dulu ke dalam sebuah proposal usaha. Ceritakan kisi-kisi bisnis Anda ke dalam proposal tersebut. Detailnya bisa Anda kasih ke mereka kalau uangnya sudah masuk ke kantong Anda.

7. Hutang Kepada Pembeli (bayar di depan)
Yang terpenting jika Anda ingin berbisnis adalah tanamkan selalu jiwa menjual atau dagang. Anda bisa menjual berarti Anda sudah mampu untuk bermarketing. Nah, mau tahu contoh bisnis apa yang bisa menggunakan cara mendapatkan modal usaha tanpa jaminan model seperti ini (bayar di depan)? Saya kasih contoh satu saja ya. Pelatihan !! Anda bisa promosikan sebuah pelatihan misal tentang cara budidaya semut rangrang. Uangnya suruh bayar di muka. Begitu sudah terkumpul uangnya sesuai dengan target Anda, baru uang tersebut Anda gunakan buat sewa tempat, beli perlengkapan pelatihan, pesan makan siang plus snack peserta, dan sebagainya. Tapi dirancang dulu dengan cermat mekanisme pelatihannya.

8. Hutang IMF
IMF disini bukanlah Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Lalu? IMF disini adalah hutang kepada Istri, Mertua atau Family Anda. Saat Anda kesusahan, siapa lagi yang mau peduli untuk membantu Anda selain istri, mertua atau family Anda? Anda bisa mendapatkan pinjaman tunai tanpa agunan. Nggak percaya? Coba saja. Ceritakan dengan baik business plan Anda, insya Allah, keajaiban akan datang.

9. Hutang Teman
Adalah salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha tanpa jaminan yang cukup mudah. Anda data seluruh teman Anda dari SD hingga kuliah. Kemudian Anda datangi atau telepon satu per satu lalu utarakan maksud Anda.

10. Hutang Supplier
Cara mendapatkan modal usaha tanpa jaminan yang satu ini banyak digunakan oleh usaha-usaha yang sudah agak mapan penjualannya. Contohnya usaha warung sembako yang sudah berjalan. Begitu kelihatan ramai, para supplier pasti dengan senang hati menghutangi Anda dengan berbagai macam produknya.

Smoga Anda bisa mendapatkan modal dari salah satu cara diatas....

18 December 2013

Prosedur Mendaftarkan Merek

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Nikmati Ciptaannya, Hargai Penciptanya dan Lindungi Hak Kekayaan Intelektual-Nya. (Prof.Dr.Ahmad M. Ramli, S.H, M.H, FCBArb)

Merek adalah suatu “tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang dengan diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

Pemakaian merek berfungsi sebagai:
  • Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya
  • Sebagian alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebut mereknya
  • Menunjukkan asal barang/jasa dihasilkan
  • Sebagai jaminan atas mutu barangnya

Fungsi Pendaftaran Merek adalah:
  • Sebagai alat bukti sebagai pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan
  • Sebagai dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya
  • Sebagai dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya dalam peredaran untuk barang/jasa sejenisnya

Berikut adalah prosedur yang harus dilakukan untuk mendaftarkan Hak Merek. Pendaftaran Hak Merek bisa dilakukan langsung di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI) Kementerian Hukum dan HAM RI atau di perwakilan wilayah masing-masing daerah.

Prosedur Permohonan Pendaftaran Merek berdasarkan Undang-Undang Merek No. 15 Tahun 2001.
 photo pendaftaran_merek_zps0130c3f8.jpg

1. Permohonan pendaftaran Merek diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).

2. Pemohon wajib melampirkan:

a. Surat pernyataan di atas kertas bermeterai cukup yang ditanda tangani oleh pemohon (bukan kuasanya), yang menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah miliknya;

b. Surat kuasa khusus, apabila permohonan pendaftaran diajukan melalui kuasa;

c. Salinan resmi akta pendirian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisasi oleh notaris, apabila pemohon badan hukum;

d. 24 (dua puluh empat) lembar etiket merek (4 lembar dilekatkan pada formulir) yang dicetak diatas kertas;

e. Fotokopi kartu tanda penduduk pemohon;

f. Bukti prioritas asli dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, apabila permohonan dilakukan dengan hak prioritas; dan

g. Bukti pembayaran biaya permohonan sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah). Sebelum mengajukan aplikasi pendaftaran hak merek, sebaiknya dilakukan dulu pencarian bahwa hak merek yang akan Anda ajukan belum pernah terdaftar di Dirjen HAKI. Setelah terdapat konfirmasi bahwa hak merek tersebut masih bisa didaftarkan, maka selanjutnya proses pendaftaran bisa dilakukan. Lama proses dari pendaftaran hingga terbitnya sertifikat hak merek (jika tidak ada keberatan dari pihak lain) adalah sekitar 2 -3 tahun.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Hak Merek bisa dilihat di situs resmi Dirjen HAKI. Silahkan klik link ini www.dgip.go.id

22 November 2013

Cara Melayani Bermacam Tipe Konsumen

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Sebagai seorang pebisnis Anda akan menemui berbagai karakter pelanggan dengan berbagai keunikan yang ada. Jangan mengedepankan ego dan emosi jika Anda tidak menyukai watak dan karakter pelanggan. Lalu bagaimana cara mengenali pelanggan sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal?

Tipe-Tipe Konsumen Dan Cara Melayaninya
Biasanya saat awal bertemu dengan konsumen Anda akan menjelaskan hal-hal yang umum seperti memperkenalkan diri dan produk Anda. Waktu beberapa menit tersebut gunakanlah untuk menentukan tipe konsumen, bualah penilaian apakah calon konsumen tersebut termasuk kategori sangat prospek, semi prospek atau tidak prospek.

Setelah Anda belajar menentukan konsumen, maka Anda sudah harus bisa mengambil sikap dan tindakan untuk melayani konsumen sesuai dengan tipe-tipe konsumen Anda. Berikut ini adalah tipe-tipe konsumen dan cara melayaninya:

1. Cerewet
Konsumen tipe ini sangat aktif bicara. Bahkan tidak jarang mereka terlihat mengenal dan dekat dengan Anda. Mereka sangat mudah diajak berbicara dengan gaya yang santai dan akrab. Terkadang pembicaraan mereka juga berlebihan, tapi itulah tipe konsumen cerewet. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk berkomunikasi dengan konsumen tipe ini yakni:
  • Coba untuk menjadi pendengar dan biarkan konsumen Anda berbicara.
  • Ikuti alur mereka sampai pada tahap tertentu. Kemudian belokkan alur pembicaraan sesuai keinginan Anda.
  • Jangan ragu mengatakan, “Bolehkah saya berbicara sekarang?”

2. Pendiam
Konsumen tipe ini biasanya tidak banyak bicara. Konsumen tipe ini biasanya jaringan pertemanannya terbatas karena mereka jarang bergaul. Namun jika mereka memiliki teman, mereka sangat dekat sehingga setiap ucapannya akan selalu dipercaya. Dan jika sudah sekali percaya, mereka akan terus mempercayainya sampai kapan pun. Sifat ini akan menguntungkan bagi Anda, sebab referensi dari si pendiam dapat diandalkan. Langkah-langkah komunikasi ketika berhadapan dengan konsumen tipe ini adalah:
  • Anda harus menyiapkan mental untuk lebih banyak bicara daripada mendengar.
  • Memulai pembicaraan dengan hal-hal yang ringan dan tidak perlu membicarakan sesuatu yang berat dengannya, apalagi langsung ke urusan penjualan. Anda bisa memulainya dengan membicarakan hobi, keluarga dan sebagainya.

3. Sombong
Konsumen tipe sombong dapat dimaknai sebagai seseorang yang terlalu bangga dengan dirinya dan suka banyak berbicara dan sering kali memamerkan kemampuannya dan apa yang dimiliki. Padahal yang dikatakan mereka belum tentu benar. Jika berhadapan dengan konsumen seperti ini, Anda jangan merasa jengkel. Bagi penjual, tipe seperti ini adalah konsumen yang paling mudah dipengaruhi. Berikut ini yang harus Anda lakukan untuk tipe seperti ini agar mudah menghadapinya:
  • Biarkan mereka bicara sesuka hatinya
  • Berilah kesan seolah-olah Anda menyetujui semua pendapat mereka. Misalnya dengan mengatakan “Saya setuju dengan Anda” dan pernyataan lain sejenisnya.
  • Pujilah sesuatu yang mereka banggakan. Misalnya, jika konsumen Anda memiliki banyak perhiasan, berikan pujian tentang hal itu.
  • Rayu konsumen Anda untuk menggunakan produk Anda berdasarkan pembicaraan mereka sendiri.

4. Arogan
Arogan merupakan salah satu tipe konsumen yang sulit menerima pendapat orang lain dan selalu menganggap hanya pendapatnya yang paling benar. Jika Anda tidak mengenal karakter ini, jangan menyalahkan diri Anda jika presentasi Anda selalu gagal. Konsumen arogan merasa tahu segala hal, termasuk produk Anda sekalipun. Dan dalam menghadapinya, Anda harus sabar dan tidak boleh tersinggung sama sekali. Cara menghadapi konsumen seperti ini adalah:
  • Beri mereka kesempatan untuk memahami produk Anda sesuai keinginannya. Anda bisa memberikan informasi mengenai produk Anda lewat brosur atau melihat produk sendiri.
  • Jangan coba-coba menganggu “kesendiriannya” jika tidak ingin mendapatkan cacian.
  • Anda hanya bisa bertanya, “Apakah Anda sudah jelas tentang produk kami?” atau pertanyaan lain yang sejenis.
  • Tipe seperti ini sangat senang dipuji. Oleh karena itu pujilah mereka dengan sopan dan proporsional.

5. Pembanding
Tipe pembanding adalah konsumen yang sangat paham akan produk yang Anda tawarkan. Bisa jadi konsumen tipe ini justru lebih menguasai produk Anda bahkan produk kompetitor. Untuk itu Anda harus menguasai produk sendiri dan produk pesaing dalam menghadapi konsumen bertipe pembanding. Tipe pembanding akan selalu membandingkan produk-produk Anda dengan produk kompetitor. Bisa saja Anda terperosok ke dalam jebakan perbandingannya. Pastinya setiap penjual selalu mengunggulkan kualitas produk sendiri. Jika Anda tidak menguasai produk, mungkin saja Anda akan mati kutu ketika berhadapan dengan mereka. Trik untuk menghadapinya yaitu:
  • Kuasai produk semaksimal mungkin dan ilmu presentasi agar mampu meyakinkan tipe pembanding.
  • Pelajari produk-produk sejenis kompetitor.
  • Jangan pernah bersedia masuk ke dalam jebakan membanding-bandingkan produk tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
  • Untuk menghadapi tipe ini, jika Anda belum paham betul, sebaiknya mengajak serta rekan kerja senior Anda.

6. Hemat
Orang hemat adalah orang yang terlalu memperhitungkan untung rugi dari setiap hal yang akan Dia beli. Namun, tipe hemat cenderung berlebihan. Mereka sangat detail dan tidak akan melewatkan satu pun perhitungannya. Trik untuk menghadapinya yaitu:
  • Siapkan data dan hitung-hitungan setiap produk secara lengkap
  • Sampaikan manfaat dan fungsi setiap produk kepada konsumen
  • Jangan pernah mengabaikan perhitungan produk, bahkan perhitungan paling sepele sekali pun.
  • Jangan pernah mengabaikan manfaat dan fungsi produk, bahkan manfaat yang paling minor sekali pun.

18 August 2013

Membeli Bisnis Franchise

bisnis franchise

Saat ini perkembangan bisnis waralaba atau franchise bak jamur di musim hujan, tumbuh dengan pesatnya. Beragam jenis usaha franchise yang banyak dijalankan, seperti kuliner, kesehatan, pendidikan, fashion, hobi, dll.

Jika Anda ingin memiliki usaha dan punya modal, tapi tidak punya ide mengenai usaha apa yang akan dijalankan, membeli bisnis franchise yang sudah berjalan adalah salah satu pilihan membuka usaha. Keuntungan dari membeli bisnis franchise adalah Anda tidak perlu repot-repot memulai sebuah usaha dari bawah, karena dalam usaha franchise sudah dipersiapkan sedemikian rupa dengan segala prosedur dan kelengkapan bisnis untuk bisa dijalankan langsung oleh franchisee (pembeli usaha franchise).

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam memilih usaha franchise adalah sebagai berikut:
1. Sebaiknya sudah stabil dan berjalan di atas lima tahun.
2. Kekuatan merk franchise di pasar.
3. Pelatihan dan support dari franchisor (pemilik usaha franchise).
4. Sistem atau prosedur untuk menjalankan bisnis franchise
5. Fee yang dibebankan oleh franchisor


Sebaiknya Anda memilih bisnis franchise yang telah Anda kenal sehingga lebih mudah dalam mendalami pengetahuan akan produk yang dijual. Dan jangan lupa untuk melakukan evaluasi jika ternyata bisnis franchise yang ibu miliki tidak serta merta menduplikasi kesuksesan dari bisnis yang dikelola franchisor.

Berikut ini adalah daftar beberapa bisnis franchise yang dapat Anda jadikan referensi jika Anda berminat menjalankan bisnis franchise.

Brand: Tela-tela
Perusahaan: CV Elfa Indoboga
Bidang Bisnis: Makanan
Kisaran Investasi: n/a
Alamat:Tambak Bayan III No.12 Yogyakarta
Telepon: 0274-489654

Brand: Raja Lele
Perusahaan: PT Raja Waralaba
Bidang Bisnis: Makanan
Kisaran Investasi: 50-125jt
Alamat:Komp. Perkantoran Ruko Bumi Satria Kencana Blok B No.4 Jl. Raya Kalimalang Bekasi
Telepon: 021-88952042

Brand: Express Crepes & Corn
Perusahaan: Express Food
Bidang Bisnis: Makanan
Kisaran Investasi: n/a
Alamat:Griya Depok Asri A2/8 Depok
Telepon: 021-7707410

Brand: Bakso Gepeng Rawamangun
Perusahaan: Bakso Gepeng Rawamangun
Bidang Bisnis: Makanan
Kisaran Investasi: Rp.20jt - 40jt
Alamat:Puri Gading Blok B6 No.5 Jatiwarna – Bekasi
Telepon: 021- 99661156

Brand: Ice Berry
Perusahaan: PT Izzati Kita Indonesia
Bidang Bisnis: Makanan
Kisaran Investasi: 5jt
Alamat:Perum Bojong Depok Baru II Blok CU No.3 Cibinong
Telepon: 021-8756041

Brand: Sapo Oriental
Perusahaan: PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
Bidang Bisnis: Restaurant
Kisaran Investasi: Rp. 250jt
Alamat: Gedung Jaya LT.6 Jl. MH Thamrin No.12 Jakarta
Telepon: 021-3147654

Brand: Mr. Tea
Perusahaan: PT Gempita Muda Indonesia
Bidang Bisnis: Minuman
Kisaran Investasi: 5,5jt
Alamat:Jl. RM Kahfi 1 No.33 Ciganjur Jakarta 12630
Telepon: 021-78892203

Brand: Sanggar Kreativitas Bobo
Perusahaan: PT Penerbitan Sarana Bobo
Bidang Bisnis: Pendidikan
Kisaran Investasi: 150jt
Alamat: Ged. Gramedia Jl. Panjang No.8ยช Kebon Jeruk Jakarta
Telepon: 021-5330170

Brand: Binus Center
Perusahaan: PT Prima Cipta Nusantara
Bidang Bisnis: Pendidikan
Kisaran Investasi: n/a
Alamat: Jl.KH Syahdan No.20 Kemanggisan Palmerah Jakarta Barat
Telepon: 021-5345830/5322157

Brand: Sinotif
Perusahaan: PT Sinotif Internasional
Bidang Bisnis: Pendidikan
Kisaran Investasi: 1 M
Alamat: Jl.Danau Sunter Utara Blok B 1 No.11 Sunter Jakarta Utara
Telepon: 021-6509173

Brand: Alfabank
Perusahaan: n/a
Bidang Bisnis: Pendidikan
Kisaran Investasi: 75-125jt
Alamat: Jl.Slamet Riyadi 509 Surakarta
Telepon: 0271-723544

Brand: TBI (The British Institute)
Perusahaan: PT Titian Buana Ilmu
Bidang Bisnis: Pendidikan
Kisaran Investasi: 1,5-2M
Alamat: Menara Kuningan Jl. HR Rasuna Said Blok X-7 Kav.5 Jakarta Selatan
Telepon: 021-30027989

Brand: Rebel Gym
Perusahaan: Rebel Gym
Bidang Bisnis: Fitness Center
Kisaran Investasi: 150jt-1M
Alamat: Jl.Surya Sumantri 18 Bandung
Telepon: 022-2003752

Brand: Salon Johnny Andrean
Perusahaan: Salon Johnny Andrean
Bidang Bisnis: Kecantikan
Kisaran Investasi: N/A
Alamat: Jl.Jl. Meruya Selatan No.66 Jakarta
Telepon: 021-5859545

Brand: Martha Tilaar Salon Day Spa
Perusahaan: PT Cantika Puspa Pesona
Bidang Bisnis: Salon & Spa
Kisaran Investasi: 1,5 Milyar
Alamat: Jl.Pulokambing II No.1 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta
Telepon: 021-4603717 ext 816,817,819

Brand: Apotek Riani
Perusahaan: PT Centro Global Asia
Bidang Bisnis: Apotek
Kisaran Investasi: 150-450jt
Alamat: Jl.Putri Tunggal No.5 Cibubur
Telepon: 021-87755059

Brand: Laboratorium Klinik Primadia
Perusahaan: CV Mitra Sehat
Bidang Bisnis: Kesehatan
Kisaran Investasi: 382.5jt
Alamat: Jl. Otista Raya No.8 Jakarta
Telepon: 021-85911548

Brand: Apotek Kimia Farma
Perusahaan: PT Kimia Farma Apotek
Bidang Bisnis: Apotek
Kisaran Investasi: 350-460jt
Alamat: Jl.Budi Utomo No.1 Jakarta
Telepon: 021-3857245

Brand: Alfamart
Perusahaan: PT Sumber Alfaria Trijaya
Bidang Bisnis: Retail Minimarket
Kisaran Investasi: n/a
Alamat: Jl.MH Thamrin No.9 Cikokol Tangerang
Telepon: 021-55755966

Brand: Nasabel Water Filter
Perusahaan: PT Lahtazan Indonesia
Bidang Bisnis: Refill Air Minum
Kisaran Investasi: 75-108jt
Alamat: Jl.Raya Sukahati Komplek Ruko Pasar Sukaraden Blok R No. 1-2 Jakarta
Telepon: 021-87927398

Brand: Columbia
Perusahaan: PT Columbindo Perdana
Bidang Bisnis: Retail Elektronik
Konsep Bisnis: Franchise & Lisensi
Kisaran Investasi: Rp. 250jt
Alamat: Komp. Jembatan Lima Indah Blok 15A No.23-26A Jl. KH Moh.Mansyur Jakarta
Telepon: n/a

Brand: Yomart
Perusahaan: PT Mitra Yomart Sejati
Bidang Bisnis: Retail Minimarket
Kisaran Investasi: 150-450jt
Alamat: Jl.Jakarta 53 Bandung
Telepon: 022-7230927

Brand: Eltaft Butik Sepatu Wanita
Perusahaan: Eltaft Sukses Permata
Bidang Bisnis: Fashion Shoes
Kisaran Investasi: Rp. 68jt
Alamat: Graha Eltaft Lt.1-4 Komplek Ruko Bekasi Mas Blok B No.30 Jl.Jend A Yani Bekasi 17141
Telepon: 021-88856484

Brand: Moss Parfum
Perusahaan: Corbeau International
Bidang Bisnis: Kosmetik
Kisaran Investasi: Rp. 7,9jt
Alamat: Ruko Meruya Indah Blok R1 No.10 Jakarta
Telepon: 021-93006026

Brand: Ponsel Mart
Perusahaan: CV Mitra Anugrah Mandiri
Bidang Bisnis: Distributor Voucher Elektrik Perdana & Asesoris
Kisaran Investasi: 100jt
Alamat:Jl.Raya RA Kosasih No.69 Ciaul Sukabumi
Telepon: 0266-225168



Tags:

05 July 2013

Cara Menyusun Rencana Bisnis

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Menyusun rencana bisnis adalah ibarat master plan dalam perencanaan tata kota, tanpa master plan maka dapat dipastikan penataan kota akan semerawut. Begitu pula jika Anda ingin membangun bisnis, adalah penting untuk membuat rencana bisnisuntuk menunjang perkembangan jangka panjang dan kesuksesan bisnis Anda kedepan. Menyusun rencana bisnis akan membantu Anda mengidentifikasi langkah-langkah dan fokus bisnis Anda. Dalam rencana bisnis, Anda dapat memprediksi seberapa sukses bisnis Anda. Jika Anda kesulitan dalam membuatnya, tentu saja Anda dapat meminta seorang ahli untuk membuat rencana bisnis untuk Anda. Tapi, jika yang Anda butuhkan adalah sebuah rencana bisnis sederhana, Anda dapat melakukannya sendiri.

Sebagai petunjuk tentang cara membuat rencana bisnis sederhana yang efektif, silahkan simak beberapa hal yang dipaparkan pakar usaha kecil, Ursula Roberts.

1. Membuat cover letter. Anda dapat memulai dengan membuat cover letter untuk bisnis Anda. Pastikan berisi data nama bisnis Anda, alamat, rincian kontak seperti nomor kantor, alamat email, nomor ponsel, tanggal, serta jika ada alamat web atau blog bisnis Anda. Ingatlah bahwa tanggal harus direvisi setiap kali rencana bisnis diperbarui.

2. Membuat rencana pemasaran. Hal ini akan menentukan strategi pemasaran yang Anda terapkan. Rencana pemasaran juga harus mengidentifikasi target pasar bisnis Anda serta pesaing-pesaing Anda. Untuk menambah wawasan tentang strategi pemasaran Anda dapat belajar dari buku-buku pemasaran.

3. Menuliskan misi bisnis Anda. Hal ini meliputi tanggal memulai bisnis, nama toko/perusahaan, dan daftar produk atau jasa yang Anda tawarkan. Anda juga harus menyertakan keterangan untuk bisnis, rincian badan usaha, izin dan lisensi yang harus diperoleh dalam rangka beroperasi secara legal.

4. Menuliskan rencana pengelolaan bisnis Anda. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan menyoroti pengalaman bisnis untuk mengetahui keterampilan dan kekuatan Anda. Masukan secara rinci bagaimana Anda berencana mengelola bisnis dan karyawan Anda. Jika ada kelemahan dalam rencana Anda, pastikan alternatif dan solusi telah Anda siapkan sebagai antisipasi.

5. Perencanaan pengelolaan keuangan. Mulailah dengan mengidentifikasi anggaran bisnis awal serta rincian biaya operasional. Pastikan bahwa anggaran Anda realistis. Rencana pengelolaan keuangan juga harus mencakup tujuan keuangan bisnis Anda, persyaratan pembayaran dari klien, dan sistem akuntansi yang akan digunakan.

6. Review. Setelah Anda selesai membuat perencanaan bisnis, tinjau dan koreksi ulang. Pastikan rencana bisnis Anda terlihat formal, realistis dan bebas dari kesalahan.

04 July 2013

5 Langkah Memulai Usaha Kuliner

 photo panduan_bisnis_1_zpsfe1c0782.jpg

Bisnis kuliner merupakan varian usaha yang selalu memiliki pangsa pasar tersendiri karena setiap orang pasti butuh makan. Selain selalu memiliki pangsa pasar potensial, bisnis makanan adalah usaha yang dapat digeluti oleh siapa saja terutama ibu rumah tangga.

Berikut adalah 5 saran yang harus dilakukan untuk memulai bisnis makanan dari Stephen Hall (penulis buku From Kitchen to Market) dan Regina Mc Rae (pemilik perusahaan kuliner Grandma's Secrets).

1. Membentuk peluang
Anda harus tahu bagaimana agar produk kuliner (misalnya kue) Anda lebih baik daripada pengusaha lain. Anda harus memiliki kue yang memiliki keunikan. Anda perlu membuat ciri khas yang unik dan membekas di hati pelanggan, misalnya perlu sebuah nama lucu dan kemasan unik. Atau, menonjolkan kelebihan produk Anda, misalnya produk Anda adalah kue pertama yang benar-benar berbahan baku organik?

2. Carilah penguji rasa
“Cobalah masuki ke gerai makanan di dekat lingkungan Anda dan mintalah orang-orang mereka untuk mencicipi kue buatan Anda,” saran Hall. Jika mereka menyukainya, terbuka peluang mereka akan memesan dari Anda. Pengalaman berbeda namun mirip dengan saran Hall, McRae pernah membuat kue pie untuk klub berlarinya, hingga banyak orang kemudian memesan. Mereka juga kemudian memberitahu keluarganya, teman-temannya dan meminta brosur pada McRae.

3. Carilah pengiklan murah
Bagi McRae, Google Adwords cukup efektif untuk mempromosikan bagi produknya. Layanan ini memungkinkan untuk menargetkan sesuai wilayah yang dikehendaki untuk memasarkan produknya. Misalnya, di wilayah Indonesia saja, atau lebih luas di Negara tetangga seperti Malaysia, Philipina, dst. Selain itu, Google Adwords juga memungkinkan untuk menarget jumlah pengeluaran biaya promosi per hari yang dapat disediakan. Selain fasilitas tersebut, masih ada beberapa situs jejaring sosial yang memungkinkan berkoneksi dengan pelanggan secara gratis. Misalnya, membuka fan page di FB atau twitter sehingga rekan dan pelanggan bisa melihat postingan Anda. Sedangkan Stephen Hall menyarankan untuk menawarkan diskon atau promosi. “Ada banyak tempat yang membiarkan Anda melakukannya dan itu benar-benar mendongkrak penjualan,” saran Hall.

4. Lakukan Survai harga
Pergilah ke toko kue lokal untuk menyurvai berapa harga produk serupa di toko pesaing Anda. Atau jika Anda berani, Telepon toko kue lainnya dan bertanya bagaimana mereka menetapkan harga, saran McRae.

5. Tuliskan rencana bisnis
Dan hal terakhir yang perlu dilakukan setelah menjalani semua, tuliskan rencana bisnis Anda sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke depan. Jika Anda bingung bagaimana menuliskannya, ikuti petunjuknya disini

Sumber literatur : O magazine
Older Post ►
 

Copyright 2013 Wirausaha Impian | Design by BLog BamZ