Showing posts with label Usaha Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Usaha Budidaya. Show all posts

02 March 2015

Usaha Ternak Bebek Entok

bebek_entok photo bebek_entok_zpsf6jxgnwb.jpg

Bebek Entok atau Mentok sudah sangat familier di kalangan masyarakat. Mentok banyak dipelihara orang di kampung-kampung dalam jumlah yang terbatas. Bebek mentok merupakan salah satu jenis unggas yang masih dalam satu keluarga itik. . Mentok memiliki perbedaan dibandingkan dengan jenis itik yang lain, Entok mempunyai bentuk tubuh yang lebih besar dan leher yang lebih pendek, berjalan lambat dengan gaya lenggak lenggok.

Usaha ternak mentok di Indonesia masih bersifat usaha kecil sampingan dalam skala kecil. Belum dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran seperti halnya di Negara Taiwan. Jika dilihat dari potensi yang ada pada bebek mentok semestinya ini adalah salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Ada tiga produk yang terdapat pada bebek entok, yakni daging, telur, dan bulunya. Entok dimanfaatkan untuk diambil daging dan telurnya, harga entok relatif tinggi Rp. 100.000 – Rp. 150.000 per ekor. Selain itu, bulunya bisa digunakan untuk pembuatan kok badminton, springbed dan lain-lain.

Salah satu keunggulan beternak entok adalah bebek ini memiliki daya tahan tubuh yang kuat dengan resiko kematian yang sangat rendah. Dengan pemeliharaan apa adanya saja entok bisa tumbuh dengan baik, apalagi jika dibudidayakan secara intensif. Kebanyakan orang pelihara entok dalam skala kecil. Mereka menjadikan entok sebagai tabungan. Jika saat membutuhkan uang, mereka bisa menjual entok tersebut. Biasanya para Bandar entok sudah menjemput bola bagi masyarakat yang akan menjual entok.

Untuk menjalankan usaha budidaya Entok diperlukan tata kelola yang baik agar usaha ini menguntungkan. Persaingan usaha budidaya Entok masih sangat kecil. Hal ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan karena sedikitnya saingan bisnis. Mengenai pangsa pasar bebek entok tidaklah sulit, sebab cita rasa daging entok tidak kalah lezatnya dengan jenis itik yang lain. Selain menjual langsung ke konsumen baik di rumah maupun di pasar, bisa dicoba mengenalkan entok ke rumah-rumah makan yang menjual olahan daging itik.

Peluang usaha ternak Entok masih terbuka sangat lebar bagi siapapun. Permintaan bulu Entok juga masih sangat tinggi sehingga pasokan bulu Entok untuk pembuatan kok bulutangkis sangat kurang. Nah, usaha ini sangat menguntungkan dan prospektif untuk dijalankan. Anda tertarik membudidayakan Entok ? Kunjungi cara budidaya-nya DISINI

29 November 2014

Budidaya Pohon Kayu Emas

 photo gaharu_zpscfa11217.jpg
Pohon Gaharu adalah pohon penghasil kayu gaharu sebagai salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Karena nilai jual kayu gaharu yang mahal sehingga saya menyebutnya kayu emas. Kayu Gaharu berharga mahal setelah menjadi gupal. Gupal ini mengandung resin atau getah setelah pohon gaharu terinfeksi sejenis jamur parasit (yang disebut kapang) dari anggota kelas Ascomycetes. Gupal inilah yang menjadikan kayu gaharu menjadi khas, unik, dan beraroma wangi yang banyak digunakan dalam industri kosmetika, parfum, pewangi ruangan, hio maupun obat-obatan.. Dan gupal ini pula yang kemudian dihargai sangat mahal di pasal internasional.

Diantara jenis pohon yang menghasilkan gaharu adalah pohon-pohon yang termasuk famili Thymelaeaceae yakni Gonystyloidae ( Gonystylus spp.), Thymelaeoidae (Enklea spp), Aquilarioideae (Aquilaria spp.),. Akan tetapi jenis yang diketahui memiliki potensi penghasil gaharu tertinggi adalah Aquilaria malaccensis atau dikenal dengan nama daerah Garu, Kompe, Karas, Alim, dan lain-lain.

Harga gaharu kualitas super dapat mencapai Rp 5 juta /kg, bahkan dapat mencapai US $ 10.000 per kg di tingkat pengguna akhir. Di tingkat pengumpul harga gaharu dapat mencapai Rp. 600.000,- per kg. Jumlah produksi gubal gaharu dapat beragam tergantung kualitas pohon dan tempat tumbuhnya dengan rata-rata 2 kg per pohon. Dengan jarak tanam 3 x 3 m atau 1100 pohon per ha, maka akan dihasilkan sekitar 2 ton gaharu/ha. Jika kita asumsikan bahwa gaharu yang dihasilkan hanya kualitas rendah dengan harga Rp 250 – 300 ribu / kg maka akan diperoleh pendapatan Rp 550 – 660 juta / ha. Bagaimana jika dihasilkan tersebut gaharu kualitas super dengan harga Rp 600 ribu pada pedagang pengumpul ? Suatu jumlah yang sangat fantastis untuk usaha lebih kurang 10 tahun.

Kayu gaharu, baik yang mengandung gupal ataupun tidak adalah komoditas ekspor dengan tujuan ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang, China, Saudi Arabia, Kuwait Yaman, United Emirat, Turki, dan Amerika Serikat.

Jika Anda tertarik untuk membudidayakan gaharu silahkan kunjungi laman berikut ini :
www.gaharudjogjakarta.blogspot.com
www.jualbibitgaharu.com

23 October 2014

Peluang Usaha Budidaya Ikan Gabus

 photo gabus_zps395e66ed.jpg

Ikan gabus adalah jenis ikan karnivora yang bersifat predator, hidup di air tawar. Di berbagai daerah ikan ini memiliki banyak nama, di Riau dikenal dengan bocek, di Banjar dikenal dengan aruan atau haruan, di Betawi dikenal dengan kocolan, di Jawa disebut kutuk, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, dan juga striped snakehead. Nama ilmiah ikan gaubus adalah Channa striata.

Budidaya ikan gabus tak sepopuler dengan usaha budidaya ikan lainnya. Padahal berdasarkan fakta di lapangan, kebutuhan akan ketersediaan ikan gabus sangat besar, tentu hal ini merupakan peluang yang baik untuk membudidayakannya. Selain enak dikonsumsi, ikan gabus juga kaya khasiat untuk obat berbagai jenis penyakit.

Berdasarkan hasil penelitian sejumlah ahli gizi di antaranya dari Center for Food, Nutrition, and Health (CFNH) Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar Sulawesi Selatan, Prof. DR. dr. Nurpudji A.Taslim, MPH, SpGK, Dr. dr. Sri Adiningsih MS MCN dari Departemen Nutrisi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, hingga peneliti dari Universitas Loma Linda California mengatakan, ikan gabus memiliki nilai asam amino yang sangat lengkap, baik esensial maupun non esensial. Selain itu, ikan gabus juga mengandung Allisin, Allil Sulfida dan Furostanol Glicosida.

Tingginya kandungan albumin dalam daging ikan gabus sangat ampuh untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit misalnya hepatitis, infeksi paru, stroke. Memperbaiki gizi buruk pada bayi, anak-anak dan ibu hamil serta mempercepat penyembuhan luka, terutama untuk mempercepat pemulihan luka pasca operasi.

Prof Nurpudji A.Taslin mengatakan seseorang memiliki kandungan albumin rendah disarankan mengkonsumsi ikan gabus, atau ekstrak kapsul ikan gabus maupun biskuit albumin ikan gabus. Dia mencontohkan, jika anak-anak yang berkadar albuminnya rendah harus diberi infus cairan albumin seharga Rp1,4 juta per botol, dengan minimal pemberian 3 botol. Tetapi jika mengkonsumsi ikan gabus atau kapsul albumin harganya cukup terjangkau, hanya Rp3 ribu per butir. “Bila pemberiannya 2 kapsul ikan gabus sekali minum sehari 3 kali selama 10 hari, biayanya hanya Rp180 ribu,” kata akademisi yang sudah lama memproduksi kapsul ekstrak ikan gabus tersebut.

Sejumlah pengusaha di Jawa Timur dan Jawa Tengah saat ini sedang giat mengembangkan produksi ekstrak ikan gabus ini. Sayangnya para produsen ekstrak ikan gabus sering terkendala pasokan bahan baku. Karena untuk memproduksi ekstrak ikan gabus kualitas baik dibutukan ikan bagus yang berukuran 1 kg per ekor. Karena kadar protein yang diperoleh dari 1 ekor gabus ukuran 1 kg, lebih tinggi dibandingkan 2 ekor ukuran 500 gram.

Menurut Florentinus, salah seorang pengusaha ekstrak ikan gabus, dalam satu kali produksi dibutuhkan 70-100 kg ikan gabus. Setiap kilogram ikan akan menghasilkan 170-200 cc ekstrak.

Tingginya permintaan pasar akan ketersediaan ikan gabus tidak dibarengi dengan kegiatan budidaya sehingga produk ekstrak ikan gabus pun masih sulit diperoleh di pasaran. Padahal budidaya ikan ini tidaklah sulit. Jika Anda tertarik, segera ambil peluang ini, pelajari segera cara membudidayakan ikan gabus. Silahkan kunjungi DISINI

Tags:

20 February 2014

Beternak Ayam Kalkun

 photo beternak_kalkun_zps0065d04d.jpg

Dengan pangsa pasar khusus, potensi beternak ayam kalkun cukup menjanjikan. Bisnis ayam kalkun bisa ditujukan untuk dua tujuan yakni daging dan ayam hias. Dengan bobot tubuh yang bisa mencapai 5 kilogram per ekor, ayam kalkun sangat cocok untuk ayam pedaging. Target pemasaran daging kalkun adalah untuk memenuhi permintaan restoran dan hotel-hotel berbintang dengan mayoritas penggemar adalah kaum expatriat. Di hotel-hotel berbintang di Indonesia, olahan daging kalkun termasuk menu favorit yang sangat diminati pengunjung. Menu daging kalkun yang disajikan sangat variatif antara lain kalkun panggang, sate kalkun, steak kalkun, soto kalkun, kalkun goreng dan tempura kalkun. Di hotel berbintang Yogyakarta menu kalkun bakar dibandrol Rp 115.000. Di hotel bintang 5 Jakarta menu kalkun tersedia dengan tarif sekitar Rp 580.000,- dan di saat New Years Dinner seharga Rp 178.000,-. Saat Brunch New Years menu kalkun dipasang dengan tarif Rp 298.000,-.

Harga menu daging kalkun mengalami puncaknya pada Thanksgiving Day (Hari Pengucapan Syukur). Hari Pengucapan Syukur adalah hari libur resmi di Amerika Serikat yang jatuh pada hari Kamis keempat di bulan November. Di Kanada, Thanksgiving jatuh pada hari Senin kedua di bulan Oktober. Kalkun merupakan hidangan utama saat hari Thanksgiving, sehingga hari Thanksgiving juga dikenal sebagai "Hari Kalkun". Kalkun biasanya dimakan bersama saus kranberi dan hidangan lain seperti kentang puree, jagung rebus, pai labu, dan berbagai macam sayur-sayuran musim gugur yang lain. Bagi warga negara asing yang berada di Indonesia tentu akan berburu panggang daging kalkun di hotel-hotel yang menyediakan menu tersebut.

Selain ukuran yang besar Ayam Kalkun jantan memiliki bentuk tubuh dan bulu yang indah, sehingga cocok dipelihara sebagai unggas hias.

Dari sisi pemeliharaan, kalkun sangat mudah, tidak rumit dalam hal pakan dan perkawinannya mudah. Untuk beternak kalkun juga tidak membutuhkan tempat luas.Dalam hal penjualan juga tidak sulit. Nah tunggu apalagi. Prospek bisnis kalkun sangat menjanjikan.

Untuk lebih detail tentang cara beternak kalkun, bisa lihat di PESONA UNGGAS

16 January 2014

Budidaya Semut Rangrang | Penghasil Kroto

 photo ternak_semut_zps3cd1faa9.jpg

Tujuan utama membudidayakan semut rangrang adalah untuk menghasilkan telur semut yang dinamakan kroto. Dengan semakin banyaknya pecinta burung kicau, pecinta ikan hias, penghobi mancing, permintaan akan kroto dari hari ke hari semakin meningkat. Untuk mememnuhi tingginya permintaan kroto ini tidak akan tercukupi dengan hanya mengandalkan stok kroto hasil penangkapan dari alam. Solusi terbaik adalah dengan membudidayakan semut penghasil kroto ini. Anda tangkap keadaan ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan, dengan pertimbangan sebagai berikut:
  • Permintaan terhadap kroto semakin meningkat
  • Harga kroto relatif stabil dan cenderung mengalami kenaikan, harga kroto di pasaran Rp. 100.000 - Rp. 150.000/kg
  • Penggunaan kroto mengalami pengembangan, semula hanya untuk pakan burung sekarang berkembang untuk pakan ikan hias, untuk umpan mancing, dll
  • Mudah dalam memasarkan
  • Mudah dalam pembudidayaan
  • Belum banyak orang yang terjun ke bidang usaha budidaya semut rangrang sehingga persaingan belum terlalu ketat
Semut rangrang ini bisa dibudidayakan secara intensif dengan memindahkan segerombolan koloni semut rangrang dari pohon ke tempat habitat buatan seperti potongan bambu, potongan paralon, atau toples plastik.

Selama awal budidaya biasanya semut rangrang banyak yang berjatuhan dan mati namun tidak apa-apa karena ini hal yang wajar. Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan pakan dan variasi makanan (serangga) perlu diperhatiakan untuk menghidari produksi kroto yang lambat dan kejenuhan yang mengaibatkan penurunan angka koloni bahkan kematian semut kroto.

Untuk lebih detail mengenai budidaya semut rangrang, bisa belajar di PESONA SEMUT RANGRANG

22 December 2013

Usaha Perkebunan Sengon

 photo pohon_sengon_1_zps7d7cce5d.jpg

Budidaya tanaman sengon atau albasia (Albizia Chinensis) ibarat berkebun emas. Keuntungan dari investasi tersebut sangat tinggi pada usia panen 5 th - 7 th yang akan datang. Kini mulai banyak investor yang tertarik masuk dalam agrobisnis ini. Seperti apa sesungguhnya gambaran dari prospek berkebun sengon ini?

Berikut ini adalah ilustrasi pehitungan analisa ekonomi investasi budidaya sengon.

Kebutuhan Dana Investasi Kayu Sengon/Hektar (+/- 4000 Batang)

Estimasi Perhitungan Biaya :

- Pembelian Bibit Rp. 8.000.000
- Ongkos Tanam Rp. 4.000.000
- Biaya Perawatan Rp. 9.000.000
- Biaya Penyulaman 20% estimasi Rp. 5.250.000
- Lain-lain Rp. 2.000.000
- Total Biaya Rp. 28.250.000

Catatan :
Perhitungan ini tanpa menghitung biaya sewa lahan. Estimasi tersebut di atas bisa berbeda untuk satu daerah dengan daerah yang lain. Perhitungan estimasi hanya dibuat secara garis besar.

Biaya Perawatan
Biaya Perawatan meliputi biaya pembersihan lahan dan pemberian pupuk serta pengendalian hama setiap 6 bulan sekali. Pekerjaan akan melibatkan tenaga kerja sebanyak 5 orang. Terdiri 1 (satu orang) pengawas dan 4 (empat) orang pekerja. Diperkirakan akan memakan waktu 7 hari kerja untuk setiap 1 hektar lahan.
- Estimasi biaya perawatan selama 5 tahun adalah sebesar Rp. 9.000.000.

Biaya Penyulaman
Biaya penyulaman adalah estimasi atas kemungkinan tanaman yang kurang sehat atau mati. Apabila perkiraan tanaman yang mati sebesar 25% dari total 4000 batang. Maka jumlah penyulaman sebanyak 1000 tanaman. Apabila biaya perawatan dan biaya bibit per batang adalah sebesar Rp. 5.250 [Rp. 12.000.000 + Rp. 9.000.000) : 4.000 batang].
- Estimasi biaya penyulaman diperkirakan akan menyerap dana sekitar Rp. 5.250.000.

Pemasaran
Pemasaran kayu sengon relatif lebih mudah, karena kayu sengon merupakan jenis kayu yang tingkat konsumsinya tinggi. Kebutuhan kayu sengon di samping untuk dijual sebagai kayu papan dapat pula digunakan sebagai kayu kaso, palet, bahan pembuat peti dan lain sebagainya. Ranting kayu sengon dapat pula dijual sebagai kayu bakar dan bahan baku pembuatan kertas (pulp).

Pemasaran sengon di beberapa wilayah biasanya dilakukan oleh tengkulak atau langsung dijual ke pabrik pemotongan kayu (sawmill). Harga pasar kayu sangat beragam dan berbeda antara daerah satu dengan lainnya. Saat ini harga satu batang pohon sengon usia tanam 5 tahun dapat dijual seharga Rp. 300.000 s/d Rp. 500.000. Sedangkan jika sudah dibuat papan atau balok dapat dijual seharga Rp. 1.000.000 s/d 1.200.000 per m3.

Perhitungan Hasil Investasi
Jumlah tanaman per hektar lahan adalah berkisar 4000 batang dan prediksi susut sebesar 25% atau sejumlah 1.000 batang. Maka setiap hektar lahan akan menghasilkan kayu yang dapat dipanen sebanyak 3000 batang. Apabila dijual kepada tengkulak (tebang ditempat) tanpa mengeluarkan ongkos tebang dan ongkos angkut sebatang pohon dapat dijual seharga Rp. 500.000 - Rp. 700.000.

Perhitungannya adalah sebagai berikut :
3.000 batang x Rp. 300.000 = Rp. 900.000.000 (Jadi selama 5 tahun masa tanam akan menghasilkan 3.000 batang kayu sengon per hektar lahan).

Apabila diambil harga jual termurah yaitu sebesar Rp. 300.000 per m3. - Hasil investasi kayu sengon selama 5 tahun adalah sebesar Rp. 900.000.000. Hasil perhitungan tersebut berdasarkan estimasi terendah.

Budidaya Pohon Sengon

Tanaman Sengon dapat dibudidayakan dengan cara pembenihan biji-bijinya. Pilihlah biji-biji sengon yang berasal dari induk pohon yang berbatang lurus tinggi serta tidak terkena hama (penyakit). Adapun biji-biji sengon yang baik untuk dijadikan bibit antara lain: kulit biji benih sengon berwarna coklat bersih, rata-rata berukuran maksimal, bentuk utuh, tenggelam dalam air, serta memiliki inti lembaga yang besar.

Pembibitan Sengon
Bibit sengon ditebar diatas media persemaian. Setelah berumur 10 hari, bibit sengon akan mulai berkecambah. Langkah berikutnya adalah melakukan proses penyapihan, yakni memindahkan kecambah ke media polibag. Dalam polybag diisi tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 untuk meningkatkan fertilasi tanah. Ketika masih berada dalam media polybag, ada beberapa kegiatan yang mesti dilaksanakan, antara lain: penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan seleksi bibit yang kurang bermutu.

Pemindahan Bibit Sengon ke Lahan Perkebunan
Setelah berumur sekitar 6 bulan (tinggi pohon 60-100 cm), maka bibit siap dipindahkan ke lahan perkebunan. Buatlah lubang tanam berukuran 30cm x 30cm dengan kedalaman 30-40cm. Jarak antar pohon sengon diupayakan sekitar 3 meter, baik jarak berderet maupun antar jarak ke samping. Jadi dalam lahan 1 hektar, ada sekitar 1.100 pohon sengon. Beberapa petani menanam pohon sengon dengan jarak lebih rapat, namun setelah akan dewasa, pohon sengon ditebang selang-seling (penjarangan) untuk pertumbuhan yang maksimal.

Pemeliharaan Pohon Sengon
Setelah proses pemindahan selesai, maka selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan. Kegiatan-kegiatan perawatan pohon sengon pada lahan perkebunan meliputi penyulaman (mengganti tanaman yang rusak), penyiangan (pembersihan rumput dan gulma), pendagiran (penggemburan tanah di sekitar pohon), pemupukan, pemangkasan cabang-cabang yang tidak berguna, dan penjarangan (penebangan pohon sengon yang tumbuh terlalu rapat).

Pemanenan Pohon Sengon
Pohon sengon dapat mulai dipanen pada umur 5 tahun.

07 September 2013

Usaha Budidaya Azolla Microphylla

 photo azolla_microphylla_1.jpg

Azolla merupakan genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini, salah satu spesiensya adalah Azolla mirophylla. Azolla dikenal mampu bersimbiosis dengan alga biru-hijau Anabaena azollae dan mengikat nitrogen langsung dari udara. Potensi ini membuat Azolla baik digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk hijau untuk tanaman. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari. Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein yang tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras pecah (Arifin, 1996) dalam Akrimin 2002.

Meski sudah populer sejak awal tahun 1990-an, ternyata belum banyak petani membudidayakan dan memanfaatkan tanaman azolla (Azolla microphylla) untuk usaha taninya. Padahal manfaat tanaman air yang satu cukup banyak. Selain bisa untuk pupuk dan media tanaman hias, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pakan ikan. Di Bali, azolla biasa dan sering dijumpai terapung di perairan sawah dan kolam ikan. Karena dianggap gulma, para petani lantas menyingkirkannya. Ditumpuk dan dibuang begitu saja. Padahal, bila dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman padi di sawah, azolla ini bisa menekan penggunaan pupuk urea sampai 65 Kg/ha.

Manfaat Azolla

1. Pengganti Pupuk Kimia

Pemanfaatan azolla sebagai pupuk ini memang memungkinkan. Pasalnya, bila dihitung dari berat keringnya dalam bentuk kompos (azolla kering) mengandung unsur Nitrogen (N) 3 - 5%, Phosphor (P) 0,5 - 0,9% dan Kalium (K) 2 - 4,5K. Sedangkan hara mikronya berupa Calsium (Ca) 0,4 - 1%, Magnesium (Mg) 0,5 - 0,6%, Ferum (Fe) 0,06 - 0,26% dan Mangaan (Mn) 0,11 - 0,16%. Berdasarkan komposisi kimia tersebut, bila digunakan untuk pupuk mempertahankan kesuburan tanah, setiap hektar areal memerlukan azolla sejumlah 20 ton dalam bentuk segar, atau 6-7 ton berupa kompos (kadar air 15 persen) atau sekitar 1 ton dalam keadaan kering. Bila azolla diberikan secara rutin setiap musim tanam, maka suatu saat tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi.

Untuk membuat kompos azolla, caranya cukup mudah. Buat saja lubang ukuran (P x L x D) 3 x 2 x 2 meter. Kemudian azolla segar dimasukkan ke dalam lubang. Seminggu kemudian azolla dibongkar. Untuk mengurangi kadar air menjadi 15 persen, azolla yang sudah terfermentasi tersebut lantas dijemur. Setelah agak kering, baru dikemas dalam kantong plastik atau langsung digunakan sebagai media tanam.

2. Pakan ternak dan ikan

Azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. Sebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25%, lemak 7,5%, karbohidrat 6,5%, gula terlarut 3,5% dan serat kasar 13%. Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 - 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian, campuran azolla 15 persen ke dalam ransum ini bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.

Berdasarkan kajian di lapangan, dalam keadaan segar azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami, tawes, nila dan karper. Dengan pemberian pakan berupa azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh pesat. Tak kalah dengan ikan lainnya yang diberi pakan buatan berupa pelet.Di saat harga pupuk, pakan ternak dan pakan ikan mahal seperti saat ini, tak ada salah bila azolla ini menjadi salah satu alternatif pilihan usaha yang secara finansial cukup menguntungkan. Kata yang paling tepat adalah usaha budidaya Azolla baik untuk dibisniskan.

Untuk mengetahui cara budidaya Azolla, silahkan klik DISINI

Tags:

07 August 2013

Bisnis Daging Rajungan Yang Memukau

kepiting_rajungan

Rajungan adalah jenis kepiting yang memiliki habitat alami di laut. Rajungan banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan dengan harga yang relatif mahal. Berdasarkan hasil penelitian, daging rajungan merupakan sumber protein yang sangat baik. Dalam 100 gram daging rajungan mengandung sekitar 18 - 19,5 gram protein. Dalam daging rajungan juga mengandung EPA (eicosapen taetonic acid) yaitu komponen asam lemak Omega-3 yang penting dalam pembentukan membran sel otak pada janin. Daging kepiting rajungan (Portunus pelagicus)sedikit mengandung lemak (sekitar 1 gram / 100 gram daging rajungan. Dengan sejumlah keunggulan itu, sekarang daging rajungan banyak diburu baik didalam negeri maupun di manca negara. Dengan demikian harga daging rajungan semakin merangkak naik dari tahun ke tahun, sehingga merangsang masyarakat menerjuni bisnis ini.

Seperti di daerah pesisir Probolinggo dan pasuruan Jawa Timur, sekarang makin banyak masyarakat yang menerjuni bisnis daging rajungan ini. Mereka mendapatkan rajungan dari para nelayan sekitar. Rajungan itu kemudian diolah dengan menyisihkan bagian cangkang belakang, insang dan lainnya yang tidak mengandung daging. Kemudian daging didalam bagian badan, capit dan kaki renang diambil untuk dijual ke eksportir. Daging-daging di bagian itulah yang sengaja diambil dan dimanfaatkan karena karkasnya memang besar.

Bisnis daging rajungan memang menarik untuk dikembangkan lantaran keuntungannya dapat diandalkan sepanjang waktu. Permintaan yang besar diimbangi dengan harga yang mahal. Satu kilo daging rajungan bisa dihargai Rp. 100.000 - Rp. 200.000 oleh eksportir.

Penggolongan Mutu Daging Rajungan
Daging rajungan dipisahkan berdasarkan golongan sebagai berikut:
  • Jumbo Lump (daging putih), daging terbesar yang berhubungan dengan kaki renang.
  • Backfin (daging putih), Daging jumbo kecil dan pecahan dari daging jumbo.
  • Special (daging putih), daging yang berada di sekitar badan berupa serpihan-serpihan.
  • Clawmeat (daging merah), daging dari bagian kaki sampai capit.
  • Claw Finger (daging merah), daging dari bagian capit dan bagian shell yang dapat digerakkan.
  • Mutu 1: daging badan yang terletak di bagian bawah berbentuk gumpalan besar berwarna putih (berhubungan dengan kaki renang).
  • Mutu 2: daging badan yang berupa serpihan-serpihan, terletak di sekat-sekat rongga badan berwarna putih.
  • Mutu 3: daging yang berada di kaki dan capit, berwarna putih kemerahan.

Data Perusahaan Eksportir Kepiting dan Rajungan
1. PT Bali Permai. Jl. Jlamprang Krapyak Lor Pekalongan, telp. 0285-21676
2. PT Rex Canning, Jl. Raya Beji, Bangli Km 4 Pasuruan, telp. 0343-56470 - 56474 - 56475 - 56476.
3. CV Agung, Jl. Letda Winda Denpasar.

Produk Sampingan
Dalam menjalankan usaha rajungan, selain mendapatkan produk utama berupa daging rajungan segar, pengusaha akan mendapatkan produk sampingan berupa cangkang rajungan (Portunus palegicus) . Cangkang rajungan ini dapat dijual ke pengepul yang selanjutnya akan dikirim ke pabrik-pabrik sebagai bahan pembuatan tepung kalsium, atau sebagai bahan pengawet alami.

Tags:

30 March 2012

Budidaya Bekicot

budidaya bekicot

Budidaya bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara mudah, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berumur 2-3 bulan, hendaklah dipindahkan ke kandang pembesaran.

Keberhasilan budidaya bekicot bergantung pada cara perawatan dan pemeliharaan selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dalam budidaya bekicot antara lain adalah:

1. Menjaga kelembaban lingkungan

Bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk mempertahankan kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan dapat dipertahankan dengan menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.

2. Mempertahankan kondisi lingkungan

Bekicot menyukai tempat yang lembab, namun bukan berarti pada tanah yang becek. Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai dengan yang dikehendaki bekicot.

3. Pemberian pakan yang bermutu secara teratur

Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun dan buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai dan lain sebagainya.

4. Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain

Agar bekicot dapat tumbuh baiak tanpa gangguan dari hewan yang merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.

5. Menjaga bekicot agar tidak keluar dari areal pemeliharaan

Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dari areal dapat dilakukan hal sebagai berikut:

membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dalam kandang)
membuat pagar yang bagian atasnya diolesi dengan detergen
menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam.

HAMA DAN PENYAKIT

Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang adanya hama atau penyakit yang dapat menyebabkan kematian bekicot, kecuali semut, bebek dan itik.

Sumber Bacaan

Kusnin Asa. 1984. Budidaya Bekicot. Bhratara Karya Aksara. Jakarta 2) Pinus L. 1988. Beternak Bekicot untuk Perancis, dalam Trubus, Febuari 3) Victor Zebua (1988). Bekicot Melimpah Cacing Daun Bertingkah, dalam Harian Kedaulatan Rakyat, 17 September 1988.
Naryo Sadhori S. 1997. Teknik Budidaya Bekicot. Balai Pustaka. Jakarta.

KONTAK HUBUNGAN

Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS JI.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829, Fax. 021 390 9829
Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, JI. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 916669, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id
Jakarta, Maret 2000

07 January 2012

Usaha Penetasan Telur Ayam

penetasan ayam

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu aneka usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Usaha Penetasan ini dapat pula dikembangkan untuk penetasan telur itik, telur puyuh, dan telur unggas lainnya.

Usaha penetasan ini dilakukan dengan menggunakan mesin penetas bukan dengan cara alami menggunakan induk ayam, karena dari segi ekonomis lebih memungkinkan dikembangkan sebagai sebuah usaha. Penetasan telur ayam sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan penetasan telur itik, pada penetasan telur itik diperlukan kelembaban udara yang lebih tinggi sedangkan pada penetasan telur ayam lebih rendah. Dari segi waktu , telur ayam akan menetas setelah dierami selama 21 hari sedangkan telur itik 28 hari. Dengan demikian dari segi biaya operasional akan lebih murah usaha penetasan telur ayam ini. Sama dengan usaha penetasan telur itik, usaha penetasan telur ayam dapat dilakukan sebagai usaha sampingan rumah tangga, sebagai usaha dengan orientasi skala Usaha Kecil dan Menengah maupun usaha besar. Akan tetapi kesemuanya itu harus dilakukan dengan baik dengan pendekatan Majanemen Penetasan telur berbasis kualitas dan mutu yang baik.

Sebelum memulai usaha penetasan telur ayam ini perlu dipertimbangkan terlebih dahulu jenis telur ayam apa yang akan ditetaskan. Ada beberapa kebutuhan pasar ayam antara lain ayam petelur, ayam pedaging, ayam kampung, ayam hias (ayam cemani, ayam ketawa, ayam serama, ayam mutiara, ayam kate dan lain-lain). Masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan, tetapi dari segi manajemen penetasan dan operasionalnya hampir sama. Misalnya saja ayam pedaging dan ayam petelur, biasanya kelompok ayam ini dipelihara dalam jumlah yang besar oleh satu peternak, jumlahnya mencapai ribuan sehingga kebutuhan akan DOC (Day Old Chicken) juga besar. Daging dan telur kelompok ayam ini cukup banyak diminta oleh pasar. Akan tetapi biasanya peternak sudah mendapat suplai bibit dari industri DOC besar, sehingga bagi Usaha Kecil di bidang ini harus mampu bersaing dengan industri penetasan telur yang besar.

Ayam kampung nampaknya lebih memiliki peluang usaha bagi kelompok usaha kecil, permintaan daging ayam kampung dan telurnya juga cukup besar, tetapi pemain besar belum begitu banyak terjun dalam bidang ini. Ayam hias sebenarnya juga memiliki potensi cukup lumayan untuk ditekuni, meski pasar ayam hias tidak seluas untuk kebutuhan konsumsi. Harga anakan maupun ayam hias yang sudah dewasa relatif lebih mahal dibandingkan dengan ayam konsumsi. Dengan Biaya Operasional penetasan yang hampir sama tetapi harganya lebih mahal, hal ini merupakan peluang untuk ditekuni.

Untuk mengetahui tahapan dalam penetasan telur, silahkan lihat di Pesona Unggas.

03 January 2012

Beternak Kelinci

beternak kelinci

Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak kelinci ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu kelinci yang cukup tinggi. Dapat pula divariasikan dengan pengembangan kelinci hias.

Untuk budidya kelinci, persyaratan lokasi yang harus terpenuhi adalah dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising dan terlindung dari predator.

Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
1. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam
ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
3. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

Pembibitan
Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.

Pemilihan bibit dan calon induk
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

Perawatan bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

1. Pemeliharaan

Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

2. Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.

3. Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

4. Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

5. Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

Hama dan Penyakit

1. Bisul
Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.

2. Kudis
Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.
Pengendalian: dengan antibiotik salep.

3. Eksim
Penyebab: kotoran yang menempel di kulit.
Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl. 4. Penyakit telinga
Penyebab: kutu.
Pengendalian: meneteskan minyak nabati.

5. Penyakit kulit kepala
Penyebab: jamur.
Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.
Pengendalian: dengan bubuk belerang.

6. Penyakit mata
Penyebab: bakteri dan debu.
Gejala: mata basah dan berair terus.
Pengendalian: dengan salep mata.

7. Mastitis
Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.
Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang.
Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.

8. Pilek
Penyebab: virus.
Gejala: hidung berair terus.
Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.

9. Radang paru-paru
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida.
Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan.
Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.

10. Berak darah
Penyebab: protozoa Eimeira.
Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.
Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.

Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.

10 December 2011

Beternak Lebah Madu

beternak lebah madu

Sudah lama madu dimanfaatkan sebagai ramuan minuman/makanan kesehatan. Tapi, sedikit sekali yang membudidayakannya. Prospek keuntungan dari usaha budidaya lebah madu sangat bagus, dengan melihat kenyataan di lapangan bahwa harga madu cenderung naik terus. Namun sebelum Anda memutuskan untuk menjalankan usaha ini sebaiknya dipelajari dulu syarat-syarat kecocokan lingkungan dan ketersediaan makanan lebah disekitar Anda.

Ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit. Lebah yang dibudidayakan oleh kebanyakan peternak di dunia ini awalnya berasal dari daratan Eropa.

Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu, investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan termasuk alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.

Pemilihan bibit Lebah Madu jenis unggul

Ciri-ciri bibit lebah madu kualitas super:
  • Mempunyai Ratu lebah yang secara fisik bagus dan berusia antara 3 - 12 bulan
  • Jumlah dan kualitas telur yang dihasilkan Ratu lebah banyak
  • Hasil panen lebih banyak baik hasil madu, bee pollen, royal jelly dan propolis
  • Larva lebah yang dihasilkan lebih segar
  • Lebah biasanya lebih agresif
Memperbanyak koloni lebah madu

Agar menghasilkan keuntungan yang optimal seorang peternak lebah madu harus mempunyai minimal 100 kotak koloni lebah madu. Langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu adalah:

Gembalakan lebah madu pada lokasi yang tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telor dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru.
1. Menyiapkan calon Ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
2. Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru dan ditempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.

Membuat calon Ratu Lebah

1. Ambil larva lebah madu yang baru menetas usia 1 hari
2. Masukan kedalam satu potong frame Royal jelly
3. Frame Royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu di tempatkan pada kotak super ( kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu minimal 2 tingkat)
4. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut dengan ratu lebah berada di kotak bawah dan frame royal jelly calon ratu lebah madu di tempatkan pada kotak atasnya. Sehingga ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.
5. Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.
6. Setelah sebelas hari calin ratu di pindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
7. 13 hari calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
8. Bisanya setelah seminggu ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru ditempati tersebut.

Peralatan Beternak Lebah Madu :

1. Kotak lebah, tempat koloni lebah madu terbuat dari papan kayu atau plywood . Satu koloni akan menepati sebuah kotak (stup). Standar ukuran kotak adalah 20 x 20 x 40 cm3 , kotak tersebut dapat menampung ribuan lebah.
2. Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif
3. Masker pelindung serangan lebah madu
4. Pengungkit sisiran
5. Sikat sisiran lebah madu
6. Sisiran/bingkai yang terbuat dari rangka kayu dan ditengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu. Dalam stup terdapat 6-9 frame/bingkai sarang sebagai menempelnya rumah lebah. Satu frame disiapkan sebagai fider atau tempat menaruh makanan disaat paceklik.
7. Pollen Trap untuk panen Bee Pollen
8. Frame Royal jelly untuk panen Royal Jelly dan membuat calon Ratu Lebah
9. Extraktor untuk panen Madu. Alat ini gunanya untuk memisahkan madu dari sarang lebah

Penggembalaan Lebah Madu

Antara bulan Mei hingga September adalah masa para peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.

Peternak lebah madu biasanya mengembalan lebah madu ke perkebunan Karet, Kapuk, Rambutan, Lengkeng, Mangga, Kopi dan Duwet . sehingga dihasilkan Madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.

Antara bulan Mei hinga September inilah saat di mana peternak lebah madu menikmati manisnya pendapatan dari hasil lebah madu seperti madu dari berbagai jenis bunga, Bee pollen dan Royal jelly.

Setelah bulan September peternak lebah madu mengalami masa paceklik, dimana musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu maka umumnya peternak mengembalakan lebahnya ke perkebunan jagung, disini peternak lebah madu dapat menghasilkan Bee pollen jagung dan Royal jelly.

budidaya lebah madu pict

Kegiatan budidaya lebah madu


alat ekstraktor madu pict

Alat ekstraktor madu


Tags:

04 December 2011

Beternak Burung Kenari

beternak burung kenari

Seiring dengan semakin banyaknya penggemar burung termasuk burung kenari, maka hal ini membuka peluang usaha penangkaran burung kenari. Anda dapat memulai menangkarkan jenis kenari lokal dan selanjutnya dapat dikembangkan ke kenari impor yang tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Dalam beternak kenari ada beberapa factor yang harus diperhatikan yaitu usia kenari, jenis kelamin, sarana penunjang ternak dan ilmu tentang ternak.

Usia Kenari

Usia menjadi factor penentu berhasil atau tidaknya dalam beternak kenari, usia yang terbaik dalam beternak adalah jangan terlalu muda atau jangan terlalu tua. Kenari siap ternak minimal 6 bulan untuk kenari betina dan 8 bulan untuk kenari jantan, tetapi untuk kenari besar seperti Yorkshire dan turunannya sedikit lambat birahi minimal usia 1 tahun.

Jenis kelamin

Anda sebagai peternak harus menguasai ciri-ciri kenari jantan atau betina, dalam menentukan jenis kelamin kenari cukup sulit bagi pemula tetapi bagi hobis senior sangat mudah menentukannya mereka cukup melihat dari postur tubuh kenari walaupun dalam kasus tertentu Kadang-kadang ada kenari yang sangat sulit ditentukan jenis kelaminnya.

Adapun cirinya yaitu :
1. Kenari jantan diusia muda ± umur 1.5 keatas sudah mulai belajar bunyi / ngriwik.
2. Ukuan tubuh / bodi jantan cenderung ramping (memanjang), leher agak panjang, jika betina bodi kelihatan agak bulat.
3. Anus jantan bila dilihat ( dengan cara ditiup agar bulu disekitar tidak menghalangi) menonjol tegak lurus /vertikal, jika betina sebaliknya / horisontal.
4. Jantan dewasa berbunyi nyaring dan nge roll.

Sarana Penunjang dalam beternak

Kadang-kadang kita dalam beternak tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti posisi kandang ternak, lingkungan kandang ternak dan saran penunjangnya. Jika hal-hal tersebut kurang diperhatikan akan mengakibatkan kekesalan di kemudian hari. Contohnya pada saat penempatan kandang ternak kita tidak memperhatikan feng shui (he..he.. maaf becanda) lingkungan di sekitar kandang ternak. Penempatan yang terbaik yaitu sangkar atau kandang ternak menempel ke dinding disamping kiri dan kanan sangkar ditutup. Sangkar ternak di tempatkan di daerah yang bebas dari gangguan serangga atau binatang lainnya seperti tikus, cicak dll.

Untuk menghindari dari serangan serangga seperti semut daerah sekeliling sangkar yang menempek ke tembok di kelilingi dengan kapur bagus (kapur ajaib). Jika kandang ternak besar menggunakan kaki maka kaki-kakinya diolesi oli. Sedangkan pengganggu utama selain semut yaitu tikus, tikus sebetulnya hanya mengambil makanan kenari hanya kalau melihat kenari lengah ya di hajar juga dan kejadian ini sering sekali dialami oleh hobis. Dengan penempatan sangkar di dinding diharapkan bisa meminimalkan serangan tikus hanya kadang-kadang tikus juga pintar mencari celah untuk itu anda harus hati-hati dalam penempatan kandang yang terbaik sich menggunakan kandang aluminium. Saya punya pengalaman mengenai kandang ternak yang diserang semut …….. beruntung cepat ketahuan sehingga induknya masih tertolong tetapi anaknya sebagian besar mati dan selanjutnya mati semua karena induknya menjadi over protective (mengenai sifat over protective akan saya bahas di waktu yang lain).

Proses penjodohan

Jika anda sudah mempunyai sepasang kenari dengan usia siap ternak proses selanjutkan yaitu proses penjodohan. Proses penjodohan yaitu kenari jantan dan betina di tempatkan pada sangkar yang berbeda, dan kedua sangkar tersebut ditempatkan saling berdekatan. Dalam hal ini banyak new comer (peternak pemula) yang tidak sabar menjalani proses penjodohan mereka langsung masukin jantan dan betina kedalam satu kandang.

Dengan adanya proses penjodohan anda akan mengetahui kesiapan kenari tersebut, jika belum jodoh langsung dimasukan ke dalam satu sangkar akibatnya kedua kenari tersebut bisa berantem. Apabila terjadi perkelahian diantara keduanya dan salah satu kenari ada yang kalah maka waktu penjodohan akan lama lagi, terutama jika yang kalah kenari jantan proses penjodohan semakin lama karena anda harus mengkondisikan si jantan agar berani mendekati betinanya. Ada beberapa tip untuk meningkatkan birahi yaitu :

Kenari di beri makanan yang bergizi tinggi seperti telor puyuh, multivitamin dll, Dijemur setiap pagi. Pada saat menjemur dan proses penjodohan sangkar jantan dan betina digandengkan terus menerus, kalau ada jantan lain sekali-kali dipanas-panasin dengan menggunakan jantan lain. Disangkar tempat betina disediakan sangkar berikut isinya. Jangan lupa berdo’a agar kenari yang diternak bisa cepat jodoh dan menghasilkan anak yang berkualitas.

Proses Ternak

Proses selanjutnya yaitu menyatukan kedua kenari tersebut. Adapun ciri-ciri kenari siap ternak (sudah jodoh) yaitu :

pada saat jantan didekatkan dengan betina sijantan akan mengejar/menabrak sangkar dengan bunyi yang kenceng dan betinanya menggelepar-geleparkan sayapnya tanda minta kawin.
Pada saat sore hari atau menjelang tidur kenari betina dan jantan tidur berdekatan.
Sewaktu-waktu antara kenari betina dan jantan saling meloloh makanan. Jika didalam sangkar betina di dikasih sarang beserta isinya, kenari betina akan menyusun atau merapihkan isi sarang, jika isi sarang sudah disusun biasanya betina siap ternak.

Dalam menyatukan kedua kenari tidak ada aturan waktu yang baku anda boleh kapan saja menyatukannya, hanya pengalaman saya waktu yang terbaik yaitu sore hari. Dengan menyatukan sore hari diharapkan pada malam hari keduanya sudah rukun sehingga pagi harinya sudah jodoh.

Jika sepasang kenari sudah jodoh dan berada pada satu sangkar maka kita tinggal menunggu kenari betina bertelur dan setelah dierami selama 2 minggu mulailah telur-telur pada menetas.

Untuk informasi mengenai penangkaran kenari yang lebih lengkap, silahkan kunjungi http://pesonakenari.com

Tags:

28 November 2011

Beternak Burung Puyuh

beternak burung puyuh

Beternak burung puyuh dapat dijadikan alternatif usaha baik sampingan maupun usaha utama yang dijalankan secara terencana dan intensif. Kebutuhan akan telur dan daging puyuh terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi dan protein.

Manfaat Budidaya Puyuh
  • Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
  • Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
  • Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos

Persyaratan Lokasi
  • Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
  • Lokasi mempunyai jalur transportasi yang memadai
  • Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
  • Bukan merupakan daerah sering banjir
  • Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 oC; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (baterai). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.

Penyiapan Bibit
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

Untuk lebih detail tentang teknik budidaya burung puyuh silahkan lihat di Budidaya Puyuh.

Sumber literatur : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Tags:

19 November 2011

Budidaya Ikan Lele

budidaya ikan lele pict

Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang banyak dibudidayakan masyarakat karena memiliki nilai ekonomis yang bagus. Harga ikan lele di pasaran senantiasa stabil dan serapan pasar sangat tinggi sehingga kerap para pembudidaya kekurangan dalam memasok kebutuhan pasar.

Lele dapat dibudidayakan di kolam tanah, kolam beton, dan untuk pembudidaya yang tidak memiliki lahan luas bisa menggunakan kolam terpal. Ada beberapa jenis ikan lele yang banyak dikembangkan di Indonesia, berikut ini:

1. Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).
2. Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih (Padang).
3. Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).
4. Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).
5. Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan penang (Kalimantan Timur).
6. Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat fish, berasal dari Afrika.
7. Clarias sp., yang dikenal sebagai lele sangkuriang, merupakan lele jenis unggul hasil silangan dari balai benih PBAT Sukabumi.

Budidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen. Untuk informasi lebih detail mengenai budidaya lele dan jenis ikan lainnya, silahkan kunjungi di Aneka Usaha Perikanan.

Selain ikan lele, masih banyak pilihan lain yang layak untuk dibudidayakan, misalnya budidaya ikan gurame, ikan bawal air tawar, ikan nila, ikan mas, dll.

Tags:

17 November 2011

Beternak Ayam Serama

 photo ayam serama

Ayam serama merupakan ras ayam terkecil di dunia, lebih kecil dari ayam kate. Semakin mungil ukuran badannya semakin bagus kualitasnya dan semakin mahal pula harganya. Bobot serama tak lebih dari 500 gram. Ukuran badannya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa. Meski berbadan cebol, ia bukan ayam murahan. Serama berkualitas bisa mempunyai harga Rp 25 juta – Rp 30 juta. Kualitas serama ditentukan oleh bobot badan yang ringan, bentuk leher menyerupai huruf S, kepala tertarik jauh kearah belakang, Sayap menjuntai tegak lurus ke bawah, dan ekor pedang panjang serta berdiri tegak. Ciri fisik seperti itu membuat ayam serama berpenampilan tegap menyerupai prajurit yang sedang berperang.

Serama merupakan jenis ayam silangan ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam. Beternak ayam serama tidaklah sukar, tidak berbeda dengan pemeliharaan ayam pada umumnya. Makin banyaknya ajang lomba dan kontes ayam serama di berbagai kota mengindikasikan bahwa peminat ayam hias yang satu ini semakin bertambah, sehingga membuka peluang usaha untuk mengembangbiakkan secara serius.

Beternak ayam serama adalah salah satu pilihan usaha yang mempunyai prospek bagus, untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang beternak ayam serama silahkan kunjungi Pesona Serama


Tags:
 

Copyright 2013 Wirausaha Impian | Design by BLog BamZ